Kilasdaerah, Demak – Pasrah dengan kondisi alam yang semakin memprihatinkan nampaknya tidak berlaku bagi seorang kepala desa Tugu, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak Jawa Tengah, Hartono yang notabene menjadi kepala desa untuk kesekian kalinya tidak menyerah dengan kondisi abrasi dan air pasang yang menyerang wilayahnya. Menurutnya hal tersebut bukanlah bencana akan tetapi cobaan dari yang maha kuasa agar masyarakat mampu bersahabat dengan itu semua.
Imbas dari air pasang tersebut berdampak pada berbagai sektor salah satunya ekonomi, dimana mata pencaharian warganya sebagai seorang petani tambak tidak lagi bisa diandalkan lagi, mengingat area tambak sudah rata dengan air laut.
Agar tidak semakin lama hanyut dalam kesedihan karena kondisi alam, Kepala desa Tugu bersama dengan warga terbesit ide untuk mencoba budidaya Bebek Hybrida atau bisa disebut Bebek Peking.
Meskipun buta akan budidaya hewan unggas, Hartono beserta warganya tidak patah semangat, mereka rela meluangkan waktu untuk mendatangi peternak bebek Peking yang berada diberbagai daerah untuk menimba ilmu seperti Klaten, Sragen dan Purwodadi.
Menurut Lurah Tugu, Hartono selaku pemerintah desa dirinya mengaku senang melihat semangat warganya dalam memanfaatkan lahan yang sudah tidak lagi produktif dihidupkan kembali yaitu dengan budidaya bebek hybrida dengan metode panggung.
” Kita manfaatkan tambak yang tidak produktif menjadi kandang bebek dengan sistem panggung dan ini tidak ada limbahnya, karena dibawah kandang ada ikan bandeng yang juga kita budidaya” ujarnya, Rabu 4/6/2025.
Tidak hanya mendukung warga, lanjut Kepala desa Tugu, dirinya juga sudah mendukung penuh program pemerintah yaitu ketahanan pangan, meskipun belum sepenuhnya berjalan, akan tetapi program tersebut sudah dipersiapkan sejak sekarang dengan budidaya air tawar dan bebek Peking.
” Selain memenuhi kebutuhan ekonomi warga kita juga ikut mensukseskan program pemerintah dalam hal ini ketahanan pangan,” tegas Hartono.
Sementara itu menurut salah satu petani bebek Nur kholik mengatakan, dirinya merasa senang atas apa yang sudah dilakukan pihak pemerintah desa Tugu, dimana pendampingan khusus kepada petani bebek seperti dirinya sangat totalitas.
” Kita para petani bebek bisadikatakan pendatang baru, jadi buta terkait budidaya pembesaran, hadirnya pihak desa dalam hal ini kepala desa mendukung seratus persen apa yang diinginkan para petani bebek,” terangnya.
Meskipun baru mencoba untuk pertama kalinya, dirinya merasa optimis jika akan mendapatkan dua keuntungan, diantaranya hasil pembesaran bebek serta, hasil panen ikan bandeng yang berada dibawah persis kandang atau tempat pembesaran bebek hybrida tersebut.
” Kita yakin bisa mendapatkan keuntungan dobel ulyaitu dari bebek Dan ikan bandeng,” kata Nur Kholik.
Mantan petani bandeng ini mengaku, yakin tidak jika nantinya usaha bebek tidak kesulitan terkait penjualan, mengingat pangsa pasar bebek Peking sangat bagus, bahkan tidak perlu repot keluar dari kandang untuk menjualnya.
” Jika sudah waktunya untuk panen, kita tinggal hubungi pedagang yang dipasar, nanti datang sendiri kalau tidak ada pedagang kita sudah bekerja sama dengan pabrik yang mau menerima hasilnya, pungkas Nur.(*)

Caption foto : Kepala Desa Tugu, Kecamatan Sayung Demak, Hartono bersama Nur Kholik, petani Bebek Hibrida (Peking) saat berada di kandang pembesaran, Rabu 4 Juni 2025.(Sansan/kilasdaerah).