Kilasdaerah, Semarang – Penantian panjang warga Dukuh Kliwonan, Kelurahan Tambakaji, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, akhirnya terbayar tuntas. Gapura pintu masuk wilayah yang sempat dibongkar akibat proyek tol Trans Jawa, kini telah dibangun kembali dan akan diresmikan bertepatan dengan perayaan HUT Kemerdekaan RI ke-80 pada 10 Agustus 2025.
Sejak awal dibangun secara swadaya oleh warga, gapura ini telah menjadi simbol kebanggaan dan identitas masyarakat Dukuh Kliwonan. Namun sekitar Tujuh tahun silam proyek tol nasional berdampak langsung pada keberadaannya, sehingga harus dibongkar. Saat itu, pihak pengembang dan pemerintah kelurahan berjanji akan mengganti gapura tersebut usai pembangunan tol selesai.
Namun, janji tersebut tak kunjung terealisasi meski telah berganti kepengurusan RW hingga dua kali.
Desakan warga semakin kuat, terutama karena keinginan mereka agar gapura diganti secara fisik, bukan hanya dengan kompensasi materi. Akhirnya, kepengurusan RW yang sekarang berinisiatif melakukan pendekatan kembali, mulai dari kelurahan hingga pihak pengembang, yakni PT Waskita Karya.
Perjuangan yang tak mengenal lelah tersebut membuahkan hasil. Pada awal Juni 2025, dalam sebuah rapat bersama perwakilan pengembang, warga secara bulat memutuskan agar gapura dibangun kembali. Keputusan ini diambil demi menghindari kesalahpahaman atau fitnah di masyarakat terhadap para pengurus wilayah.
Menindaklanjuti hasil rapat, pada awal Juli 2025, Lurah Tambakaji Amianus Agus Mariyanto bersama pihak pengembang turun langsung ke lokasi untuk melakukan pengukuran ulang dan menentukan titik pembangunan gapura baru. Pembangunan pun segera dilaksanakan, dan kini gapura baru siap diresmikan bersamaan dengan perayaan HUT RI ke-80.
“Alhamdulillah, akhirnya gapura ini dibangun kembali. Ini adalah hasil dari kerja keras, kekompakan, dan kesabaran seluruh warga Dukuh Kliwonan,” ujar Lurah
Marriyanto ( sapaan akrab lurah tambakaji ) dan perwakilan pengembang ini mengaku jika hal ini tidak hanya menjadi simbol kembalinya identitas wilayah, tetapi juga menjadi bukti bahwa semangat gotong royong dan kekuatan kolektif masyarakat mampu mengatasi berbagai tantangan.
Menurutnya Gapura baru ini diharapkan menjadi lambang kemajuan, persatuan, dan harapan baru bagi warga Dukuh Kliwonan serta inspirasi bagi generasi mendatang dalam menjaga nilai-nilai kebersamaan dan kepedulian terhadap lingkungan.
Sementara itu menurut perwakilan pemeliharaan Jalan Tol dalam hal ini PT. Waskita, Yudha Pratama mengatakan jika pembangunan gapura mengalami keterlambatan yang cukup lama lantaran ada kendala teknis adminitrasi.
” sebelumnya kami minta maaf ada kendala masalah pencatatan antara jasa marga dengan PPK, meski demikian pihak jasamarga mendelegasikan kepada kami untuk membangun gapata ini,” terang Yudha.
Selama pengerjaan pembangunan, lanjut Yudha, pihaknya merasa terbantu dengan kehadiran masyarakat yang ikut gotong royong dalam pengerjaan gapura.
” salut kepada warga, tidak hanya membantu secara fisik pembangunan gapura, warga juga memberikan kami makanan dan minuman sebagai bentuk kepedulian mereka,” pungkas Yudha.(*)

