Santri PathokJogo Joyo Kusumo Galang Aspirasi di Sayung, Fokus UMKM dan Pelestarian Budaya

Caption foto : Suasan Reses FGD H. Nurul Furqon, Komisi D Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah di Balai Desa Bulusari Kecamatan Sayung Kabupaten Demak, Kamis 20/11/2025.(ist/kilasdaerah)

Demak, Kilasdaerah – Keluarga Besar Santri Paguyuban PathokJogo Joyo Kusumo mengadakan Focus Group Discussion (FGD) bersama Anggota DPRD Jawa Tengah Komisi D Fraksi PPP, Nurul Furqon,Kamis (20/11/2025) di Balai Desa Bulusari, Kecamatan Sayung, Demak.

​Kegiatan ini merupakan bagian dari agenda rutin DPRD Provinsi Jawa Tengah dalam menyerap aspirasi dan mendengar langsung isu-isu sentral yang menjadi keluhan serta kebutuhan masyarakat.

​FGD tersebut dihadiri oleh puluhan perwakilan santri dari berbagai kademangan di Kabupaten Demak, termasuk Sayung, Bulusari, Bedono, Dombo, Gaji, Pragi Guntur, dan Kalitengah (Mranggen). Diskusi dipimpin langsung oleh Kyai Nur Amin selaku sesepuh PathokJogo Joyo Kusumo, dan dihadiri pula oleh Kepala Desa Bulusari, Sakir.

​Dalam pertemuan ini, dua usulan utama yang menjadi fokus Program Kerja Paguyuban PathokJogo Joyo Kusumo disampaikan:

  1. Fasilitasi dan Pengembangan UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) di kalangan masyarakat.
  2. Nguri-Nguri Budoyo (Pelestarian Budaya) berupa pengadaan alat karawitan sebagai warisan budaya leluhur Kabupaten Demak.

​Pengangkatan potensi UMKM dan pelestarian budaya ini dinilai penting untuk meningkatkan perekonomian keluarga santri dan masyarakat luas. Apalagi, sejarah berdirinya Kabupaten Demak tidak terlepas dari peran leluhur seperti Kanjeng Sunan Kalijaga dalam syi’ar dan penguatan tauhid.

​Kyai Nur Amin berharap Demak dapat nguri-nguri (melestarikan) budaya leluhur agar memiliki karakter keunggulan yang mampu bersaing di era globalisasi. Ia mengungkapkan kekhawatiran terhadap dampak globalisasi saat ini.

​”Dampak Globalisasi saat ini telah terasa dan berpengaruh pada perilaku generasi Z. Pergeseran nilai-nilai luhur jika tidak dilestarikan maka akan punah,” ujar Kyai Nur Amin.

​Ia mencontohkan nilai-nilai luhur seperti unggah-ungguh (sopan santun) anak kepada orang tua, serta filosofi Jawa mikul duwur-mendem jero (menjunjung tinggi dan menyimpan keburukan orang tua/sepuh) yang kini terasa asing di kalangan generasi muda.

​Munawir, salah satu peserta santri, menyambut baik kegiatan reses ini. “Kegiatan Reses ini sangat baik untuk diadakan karena DPR harus selalu dekat dengan rakyatnya, mendengarkan keluhan dan aspirasi warganya,” katanya.

​Menanggapi usulan tersebut, Nurul Furqon menyatakan komitmennya. Ia akan berupaya mengkomunikasikan ide dan gagasan yang muncul dari hasil reses ini.

​”Pengembangan UMKM berupa bantuan gerobak usaha nasi kucing dan pengadaan alat-alat karawitan untuk nguri Budaya luhur akan saya komunikasikan dengan Bapak Bupati Demak maupun Bapak Gubernur Jawa Tengah,” tutup Nurul Furqon.(*)

Array
Related posts