PESONA CURUG LAWE KIAN MENDUNIA

Caption foto : Wisatawan domestik sedang menikmati keindahan Curuk Lawe yang berada di Desa Kalisidi, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang.(Nazhwa Azzara )

Kilasdaerah, Semarang — Curug Lawe, sebuah air terjun alami yang terletak di kaki Gunung Ungaran, Kabupaten Semarang, kini mulai dikenal luas hingga ke berbagai penjuru dunia. Dalam beberapa tahun terakhir, destinasi wisata alam ini mengalami lonjakan popularitas, terutama berkat gencarnya promosi digital dan penyebaran konten visual yang menarik dari para pengunjung.

Pernyataan dari berbagai pihak turut memperkuat bahwa Curug Lawe kian mendunia. Kepala Desa Kalisidi, Dimas Prayitno Putro, mengatakan, “Sejak dipromosikan Pak Ganjar, Curug Lawe tidak pernah sepi pengunjung. Bahkan jumlah pengunjung baru terus meningkat setiap minggunya.” Hal senada juga disampaikan oleh Muhajirin, Ketua LMDH Bela Pesona, yang menyebut bahwa, “Wisata alam untuk kesehatan lagi booming sekarang. Curug Lawe Benowo masih alami banget, enggak kena polusi kota.”

Meskipun belum banyak ditemukan kutipan langsung dari wisatawan asing, eksistensi Curug Lawe telah menembus platform global seperti TripAdvisor, tempat para wisatawan mancanegara memberikan ulasan dan referensi perjalanan. Penyebaran konten digital berupa foto dan video di berbagai media sosial serta pemberitaan di media nasional turut membantu destinasi ini dikenal oleh wisatawan luar negeri. Hal ini menunjukkan bahwa Curug Lawe telah menjadi bagian dari tren ekowisata global yang menekankan keaslian alam dan kesehatan.

Popularitas Curug Lawe meningkat secara signifikan sejak awal 2024. Hal ini sejalan dengan maraknya penggunaan media sosial sebagai sarana berbagi pengalaman wisata. Unggahan foto dan video dari wisatawan di berbagai platform digital berhasil menarik perhatian banyak orang, baik dari dalam maupun luar negeri.

Keindahan air terjun yang mengalir di antara tebing hijau dan hutan tropis, serta perjalanan trekking yang menyajikan suasana alami dan menantang, menjadi daya tarik utama destinasi ini. Letaknya di Desa Kalisidi, Kecamatan Ungaran Barat, menjadikan Curug Lawe mudah diakses dari pusat Kota Semarang, terlebih dengan adanya perbaikan akses jalan dan fasilitas umum yang terus dilakukan.

Tren pariwisata berbasis alam dan petualangan turut mendorong minat wisatawan asing untuk menjelajahi lokasi ini. Bagi banyak pelancong, Curug Lawe menawarkan pengalaman yang berbeda dari wisata komersial—lebih tenang, alami, dan menyatu dengan lingkungan sekitar.

Dampak dari meningkatnya kunjungan ke Curug Lawe juga terasa di sektor ekonomi lokal. Masyarakat sekitar aktif mengembangkan potensi wisata, seperti membuka usaha kuliner, menjual kerajinan tangan, hingga menyediakan layanan pemandu wisata. Hal ini turut menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan warga desa.

Pemerintah daerah terus berupaya mengembangkan Curug Lawe sebagai destinasi unggulan Jawa Tengah, dengan tetap menekankan pentingnya pelestarian lingkungan. Pengelolaan yang berkelanjutan menjadi kunci agar pesona alam yang dimiliki tidak hanya menarik wisatawan saat ini, tetapi juga tetap lestari untuk generasi berikutnya.(NAR)

Array
Related posts